|
Monday, July 21, 2008
Hati,
kau sememangnya tau apa yang berlegar-legar dalam fikiran saya sekarang ini.. tapi ingin saya berikan juga penjelasan, supaya kau tau yang sebenar benarnya. Semalam, bila saya mendapat berita mengenai persetujuan kedua belah pihak bagi pertunangan kami, saya seakan terkena renjatan elektrik. saya tidak pernah menyangka ianya akan semudah itu. Sedangkan saya dan dia saban hari merancang, ayat2 apakah yang akan kami gunakan untuk memulakan bicara, memberitahu mereka hal sebenar tentang perhubungan kami. Kalau kami fikirkan, ianya seakan terlalu rumit memandangkan kami adalah sepupu. Dan yang paling mengejutkan saya, kami diminta mengikat tali pertunangan pada hujung tahun ini. Seakan ada batu tersekat di hati saya... saya pasti, kau lebih faham tentang itu.. Bukannya saya menolak untuk mengikat tali pertunangan pada hujung tahun tapi seakan ianya terlalu cepat. Nasib baik lah kami memang serius dalam perhubungan kami, kalau tidak, alangkah malunya keluarga kedua belah pihak. Saya langsung tidak menyangka kalau secepat itu mereka mendapat kata persetujuan sedangkan kami sendiri pun belum membuat pengumuman mengenai perhubungan kami.
Hati, kau pasti tahu, sejujurnya saya memang mencintai dan menyayanginya tapi bukan bermakna keputusan untuk bertunang diambil terlalu awal sedangkan saya baru bertemu dengannya kembali, sebulan lalu. Saya sebenarnya tidak memerlukan berbulan-bulan lamanya untuk mengenalinya kembali kerana 9 tahun lepas pun dia lah yang bertakhta dalam hati ini tapi saya hanya perlukan sedikit masa untuk bersedia dari segi mental dan juga material...
Alahai hati, saya seakan tidak senang duduk. Ini lah masalah terbesar saya, saya takut berdepan dengan komitmen yang memerlukan saya menyerahkan seluruh hidup saya pada seseorang. Memanglah saya gembira tapi saya risau, kebebasan saya diambil oleh nya dan itulah yang sedang memerangi kepala otak saya sekarang ni... Saya harap Tuhan memberkati saya supaya saya dapat kekuatan dan berupaya mengatasi kegusaran ini.
Namun, saya sedikit terkilan kerana dia seakan jauh hati apabila saya mengatakan tidak setuju bertunang hujung tahun ini. Sedangkan rancangan awal kami pun bukannya bertunang hujung tahun. Mungkin kau lebih arif mengapa dia terlalu risau akan saya di sini sedangkan hakikatnya, saya adalah perempuan baik-baik, mungkin kerana sikap saya yang kelihatan terlalu 'sosial'... dia saban hari mencurigai saya.. tapi saya tidak salahkan dia, jarak kami memang terlalu jauh... Namun sepertimana yang kau sendiri tahu, saya memang sudah berjanji untuk tidak mencurangi dirinya...tentu kau tahu, di dalam mu sekarang cuma ada dia..
Tapi dia sepatutnya tidak mencurigai saya, sedangkan saya memang berusaha agar persahabatan ini berjaya, sedangkan keluarga saya sendiri pun awal2 sudah turun padang untuk membantu saya menjayakan hubungan ini walaupun sebelum saya membuat pengumuman sah dan sedangkan hujung bulan ini pun saya akan terbang bertemunya, dan dia sepatutnya tahu pengorbanan saya itu... sebab saya tahu, kalau salah seorang tidak sanggup berkorban, sesebuah persahabatan itu terlalu sukar untuk berjaya...
Benarlah pepatah ini..
Love is not an emotion Love is not a feeling Love is not a happen-stance But love is a decision......
Dan cinta juga adalah pengorbanan...
Hmm, saya amat berharap agar dia dapat memahami saya... mungkin baginya, ikatan pertunangan itu perkara yang remeh saja, tapi bagi saya... ia adalah satu keputusan, keputusan yang harus saya pertimbangkan sebaik baiknya.. bukan sebab setuju atau tidak setuju, it's just a matter of time, too fast.. lagipun saya tidak mau rushing... lagipun saya tak ke mana juga... sentiasa akan bersamanya...benda yang baik memang tidak elok dilambat lambatkan tapi tidak juga elok dibuat secara terburu buru, yang penting kedua duanya bersedia... itu yang lebih penting...
Ok lah wahai hati, cukuplah luahan saya buat kali ini... semoga kau akan tenang.. jangan gabra ya hehheh...
-dillema-
P/S Selamat tinggal bujang....
Posted at 07:40 am by dillema
Permalink
Thursday, July 17, 2008
"What? Are you serious?" "Why do you think I am not serious…?"
She look at me, looking at the blue sky, looking at the grass, dunno what she looking for, and again looking at me.. Staring at me.. with lots of puzzle in her face..
"Hah, serious aa..?" "What's the matter with you?"
I am a little bit worry because she looks so weird…
"Haiya, you aa… I just couldn't believe what I heard lah, that you wanna get married…" "Astaga…. Hmmm, I cannot say anything lah… you so crazy.., Im getting married, you should be happy for me lah… why you behave like this.." "No lah babe, but I just… "
And she hug me, her tears started falling…..
"I gonna miss you…all of us" "Oh my Godness, babe, please don't cry.. Im not going anywhere… I'm still here…" "I know, but you wont be straying with us anymore…" "Odoi dogo, babe, I still staying with you all lah… " "I know but most of the time you will be in their home…"
"Alaaa… stop crying lah, I'm not getting married now lah… there's a long way more to go…. Besides, I'm not yet engaged kan, heheheh… " "So, how long more aa…?" "Maybe in 3 years time…" "oo.. so long? but, no.. it'll be fast..… babe, I think I will cry in your wedding tau…" "Nah, started again….but why?" "Well, I never said this but…… "
Oh Gosh..… she crying again…I have to put by hand in her shoulder to comfort her…
"Babe, you know what...?" "No, i don't..." "...You are the most beautiful sister in this world, the most kindly and helpful sister in this world, even though I always scared whenever you scold me, but I know you love me…we owe you a lot..."
Alamak, melebih lebih pula dia ni… I have to hug her to comfort her, and she cried…. Now, so loud… and I think everyone in the house heard it because everyone rush out to the yard suddenly..
"Oh my god, what happened? Babe, come here, tell mom what happened?"
She run to mom, hugging mom and still crying… everyone was so curious, looking at each other..some neighbors also yelling from their home, asking what has happened and some was running to our house yard, maybe they thought that something bad is happening when they saw all of us in the yard…alamak, the news will be spread… that's it… everyone will knows, commenting here and there.. Gossiping about me getting married…
She still crying, in fact, I do understand what she feels, she must feel something gonna lost… and that was me.. and in one corner, mom still asking babe, what makes her cry....
"She wont be with us anymore, she will leaving us soon…. She's getting married…"
Alamak!!! That's it..!! I was actually planning to announce it by end of the year…when both of us (My bf and I)
… when she said that…everyone was....
"Hah….????? When??? With who?? from where???"
The story has become complicated… since some of our neighbors also with us… and everyone was looking at me… waiting for me to speak up… wahhh… so hard to announce ooo.. guess what??? And my future mother and father in law also was there, with us.. how can I announce it…. Oh my god…. My bf too hasn't announce it to his family… both his parents also asking me, who will be my future husband…. Its so funny, they must be shocked when they
Well, people knows that long time ago, we've been a couple, but then we lost contact.. both has own life… and then only some of them knew that we have 'comeback' together, but none of them knows except babe that we are planning to get married….. while my brain stuck, thinking how am I should start to announce about it.. sudenly .....
"I'm sorry, we were actually just practicing acting… it's for my college theatre, does it look real?"
Huh, luckily she said that, if not, then, I just dunno what gonna happened…
She laughed.. everyone looking at me… waiting for confirmation…
"Yes, we are… "
I did not laugh because I just can't, a moment ago, I feel I was in the other world when so many eyes looking and staring at me, looks like I did something so wrong....
And everyone was…"Ceh… buang karan saja…"
But when mom and grandma say..…"so……?"
I just smile… and I went up to my room..well, I think they know what's the smile means…
So, the plan is… to announce it in the end of the year…
Let them gossiping among themselves, who will be my future husband…
Ciao….
P/S...I just hoping for the best.....
Posted at 09:27 am by dillema
Permalink
Friday, July 11, 2008
"Sya terlalu bahagia, akhirnya sya dapat memiliki diri ko balik walaupun pernah satu ketika sya menjadi tawar hati, tambahan pula, terlalu banyak cerita tentang ko...semakin sya cuba melupakan ko, semakin sy rindu...sy harap kali ini, berjanjilah sama sy, takkan ada cerita sumbang lagi... dan please..jangan tinggalkan sy lagi..."
Ahhh.. terlalu indah kata-katanya Tapi ia seakan sebilah pisau tajam Menusuk jantungku Mencelah di antara tulang-tulang rusukku Janji itu satu pengorbanan Yang seringkali menjadi bebankan
Pernah sekali sya tanyakan dirinya..."Mengapa aku juga di hatinya..sedangkan aku pernah meninggalkannya, dan aku juga pernah membuatkan dia menjadi tawar hati disebabkab gayaku..?" dan jawabnya ringkas..."Well...sy rasa, you should understand this... love is not an emotion, not a feeling, not happen-stance but love is a decision..." .. wah, bukan main pula dia... macam dalam buku "Before you say I do" pula.... hehehhe.. tapi kalau difikir-fikir, memang benar pun...
Mata... Biarkan saja berbicara Sebab mereka lebih faham Sedalam mana tujahan mata merenung Pasti akan sentiasa faham Akan suara sang hati Dan hati yang faham... Biar kan saja mereka bersatu... Selamanya...
Kebahagiaan seseorang itu terletak pada pandangan matanya, Caranya melirik, caranya melihat... Kebahagiaan seseorang itu juga terletak pada senyumannya.. Caranya tersenyum... caranya tertawa, caranya tergelak.. takkan sesiapa dapat menipu... Sebab seri itu terpancar di wajahnya...
P/S Cinta tak payah dicari, ia akan datang dengan sendirinya...
Posted at 09:44 am by dillema
Permalink
Wednesday, July 09, 2008
[Re ost.. original posting was 17/06/2005]
Soira tumungag oku mantad di todop ku, om ika no okito ku, ika no osorou ku. Soira modop oku, ika id tinipi ku. Langad ku, langad di poingompus, langad di au milo do tagakon, langad di au milo do lihuan.

Pergimu umpama sang bayu, bila terasa hembusannya, takkan terasa kehilanganmu. Tenangnya wajahmu, umpama tidur yang nyenyak….

Cinta adalah keabadian, dan kenangan adalah yang terindah….dan kematian adalah yang terpahit….namun ingatan itu akan kekal abadi…. Semoga perjalananmu disirami bunga bunga mawar, mekar mewangi, menerangi danau danau perjalananmu..
P/S... Miss you grandpa..
Posted at 10:26 am by dillema
Permalink
Wednesday, July 02, 2008
[i]
Apahal bubur ni lain macam saja rasa.. Bila ku tunduk memandang bubur MCD Astaga...!!!! Apa sudah jadi Serbuk kopi dengan creamer yang aku bubuh Air kopi pula aku bubuh dengan garam dan lada hitam Alalalala... Mahu tak mahu terpaksa masuk tong sampah
[ii]
Jemariku cepat menekat butang-butang nombor Setelah selesai aku mula berfikir Di mana pula gagangnya? Bila tersedar Tergelak aku dengan sendiri Apa sudah jadi? Aku menekan butan-butang kalkulator Sedangkan aku ingin menelefon seseorang
[iii]
Mata terlalu berat Mulut juga asyik menguap Tengok jam dah jam 4.30a.m. Bila mata ditutup Wajah itu menjelma pula Semakin dekat... Akhirnya aku kembali membuka mata Akibatnya... Jam loceng berbunyi jam 7.18a.m. Menari-nari di meja atas kepalaku Pun aku tak sedar Bila orang office call... Terlompat aku dibuatnya Tengok jam loceng... Astaga... dah 9.30a.m.
P/S Bila hati gundah gulana, kompom hidup pun serba tak kena...
Posted at 11:50 am by dillema
Permalink
Friday, June 27, 2008
Mungkin cerita ni sudah agak ketinggalan untuk beberapa hari tapi disebabkan tiada masa yang sesuai untuk saya meluah di sini, lalu saya simpan dahulu apa yang terbuku dalam hati saya untuk sehari dua. Hari itu hari Rabu, saya berada di pejabat saya bersama-sama adik, sepupu dan seorang teman. Kira-kira jam 3.40pm, teman saya menerima panggilan mengatakan stesen-stesen minyak di Sabah dan sarawak akan ditutup bermula petang itu selama tiga hari. Sejurus kemudian, saya juga menerima 5 panggilan dan 7 sms mengatakan perihal yang sama, walau pun dalam pelbagai susunan ayat dan bahasa namun kesimpulannya, kesemuanya dengan satu tujuan iaitu memberitahu perkara yang sama. Saya pada mulanya tidak mengendahkannya tetapi risau juga apabila teringatkan adik-adik di kampung, entah tahu kah mereka. Lalu tanpa berlengah, saya juga menghantar sms dan membuat panggilan kepada mereka, juga kepada rakan-rakan dan suadara mara terdekat. Di KK, Tambunan, Sandakan, Tawau dan keningau.. adik saya yang terdengar berita tersebut apa lagi, terkejar-kejar lah dia menuju ke stesen minyak yang jauhnya lebih kurang 20km dari rumah... tapi hampa apabila mendapat berita, sejak dari tengahari lagi bekalan minyak telah pun habis. Seorang lagi rakan yang berada di Sandakan, terkejar kejar apabila mendapat berita tersebut tetapi alangkah hampa apabila barisan kereta yang ingin mengisi minyak terlalu panjang sedangkan dia kena masuk kerja dalam beberapa puluh minit lagi... lalu baliklah dia dengan harapan minyak keretanya dapat menampung untuk 3 hari.
Mereka-mereka yang bekerja juga terpaksa keluar awal dari pejabat semata-mata mahu berbaris untuk mendapatkan bekalan minyak yang secukupnya untuk bekalan selama 3 hari. Seorang anak juga terpaksa menunggu bapanya berjam-jam di depan pagar sekolah kerana bapanya masih beratur untuk mendapatkan bekalan minyak kereta. Ada ibu yang sepatutnya ke klinik, tapi terpaksa menunggu giliran yang lama untuk mendapatkan bekalan minyak..
Persoalannya, siapakah dalang yang menyebarkan fitnah tersebut? Kalau difikir-fikir, mungkin 90% akan mengatakan, "Ini tentulah kerja pihak pembangkang...." Tapi kalau difikir fikir lagi, mungkin juga kerja orang kerajaan... sengaja untuk membuat kecoh, selepas itu akan diredakan kembali... siapa yang dapat nama? tentulah kerajaan... heheh, terror bukan? Tapi itu hanyalah andaian saya sahaja... tidak salah membuah andaian bukan?
So.. yang membuatkan saya sangat TERASA HATI ialah.... kebanyakan orang-orang Borneo ni, mudah sangat termakan hasutan... Kesian... Kadang-kadang, bila mereka mendapat berita dari KL, mereka anggap perkara itu SAH dan BENAR, sedangkan orang KL lah yang paling banyak MENIPU... sebab sesetengah dari orang Borneo ni menganggap orang-orang KL ni pandai2 belaka.. lagipun, kerajaan juga berpusat d KL @ Putrajaya jadi mereka menganggap banyak perkara adalah benar... sebak hati saya apabila teringatkan perkara ini... Apabila balik ke kampung tempoh hari, pelbagai persoalan diajukan kepada saya..mentang-mentanglah saya tinggal di KL... semuanya berputar kepada politik.. pening saya dibuatnya kerana saya juga bukanlah arif dalam bidang politik ini...
Apa pun, baguslah kerajaan berhati-hati sebab keadaan politik di Sabah buat masa ini nampaknya terlalu sukar untuk ditafsirkan disebaliknya... Sebab Sabah adalah "Lubang Lubuk" terbaik kerajaan... tapi dalam masa yang sama, Sabah boleh timbus balik lubang lubuk tersebut, semua orang tau akan hal ini...
P/S: Tenang bila kaki melangkah turun ke lapangan terbang KK... kepala berserabut bila kaki melangkah turun ke KLIA/LCCT...
Posted at 08:25 am by dillema
Permalink
Wednesday, June 25, 2008
"Rindu itu pelik kan?" seorang sahabat bertanya... Lalu kutanya kan, "Apa yang peliknya?" "Kadang-kadang pedih sangat ulu hatiku.." Aku hanya tersenyum lalu ku bertanya "Dulu tak pernah macam ni?" Kepalanya digeleng...memandang ke arahku "Inda pernah bercinta sebelum ini?" "Pernah, tapi inda pernah rindu seperti ini..." Perlahan dia menarik nafasnya panjang Dan perlahan juga dihembuskan "Kadang-kadang sengsara betul aku dibuatnya...?" Aku memandangnya..."Sengsara?" "Ya.. sengsara betul kalau merindu..." Lalu ku teringat nukilan Crayon Kakak... Katanya.."bila kita rindukan seseorang, ia umpama kemuncup yang melekat di pakaian kita. Kemuncup tidak akan 'pergi' dengan sendirinya melainkan kita yang 'menanggalkannya'. Selagi ia melekat, selagi itulah kita 'sengsara'." Ahhhh... dalam benar maksudnya Aku sendiri kurang arif menafsirnya... Yang aku faham... Merindu itu menyeksakan... Kerana aku merasa.... Dan kerana itu aku tahu....
P/S Memang benar, kalau terlalu rindukan seseorang itu, hati pun boleh jadi sebak... ulu hati pun terasa ditusuk sesuatu.. pedih sangat2...
Posted at 12:26 pm by dillema
Permalink
Monday, June 23, 2008
Kerana kasih Kerana cinta Kerana sayang Kerana kepercayaan Dan kerana peluang kedua Akan ku abadikan kenangan itu Akan ku bina kubu dalam hati Agar takkan ada siapa yang dapat mencorobohinya Semoga kasih Semoga sayang Semoga cinta Yang terbina sekian lama Akan berkekalan selamanya
P/S.
"Belajarlah mencintai dia yang mencintai dirimu.............." "Setiap individu seharusnya berhak mendapat peluang kedua...."
Posted at 08:01 am by dillema
Permalink
Wednesday, June 18, 2008
-Minyak-
Tadi selepas balik dari court, ada juga singgah isi minyak kereta BMW... walaupun aku memang tahu pasal kenaikan harga minyak tempoh hari, tapi baru kali ini saya sendiri mengisi minyak, so... aku bagi duit RM200.00 sebab masih ada sikit lagi minyak dalam tank... biasanya RM100 lebih sikit dah full tank... ingatkan RM200 tak lah habis untuk memenuhkan tank kereta, rupanya.... tak cukup wei... kalau RM200 / RM2.70 = 74 liter sahaja.. macam tak percaya pula, tapi dah memang hakikat yang tertera so... pretend saja yang aku sudah harap maklum padahal dalam hati..."astaga, ini barulah...." tapi apa boleh buat... wuaaaaa....
-Traffic Jam-
Biasanya KL/PJ dan kawasan yang sewaktu dengannya asal hujan sikit, dah sesak dengan traffic jam tapi tadi semasa nak g Maestro, hujan lebat pun keadaannya tak terlalu sesak.. so, dalam benak fikiranku...."Adakah ini ada kena mengena dengan kenaikan harga minyak?" Dan jawapannya kemungkinan "ya"... walaupun bukan majoriti yang sependapat denganku tapi yang pastinya mesti ada yang menyokong pendapatku seratus-peratus.. sebabnya, masing-masing nak jimat duit @ minyak, so... dorang prefer ambil public transport.. hehehe, pendapat aku saja...
-Cinta-
Bercakap mengenai cinta ni, walaupun aku mengenalinya sejak azali lagi.. (kononlah) tapi dalam masa yang sama, bila aku mencuba untuk menjawap segala pertanyaan yang berlegar-legar dalam otakku, masih terlalu banyak yang tidak dapat aku jawab.., so, maknanya aku masih perlukan masa untuk mengenalinya.. huh, entahlah, cinta ni memang terlalu complicated.. dalam masa yang sama juga, terlalu banyak perkara yang dia tak tahu mengenai diriku dan terlalu banyak perkara yang dia kena faham tentang aku.. dan mungkin begitu juga aku.. benarlah kata orang, "lagi susah mengenali seseorang yang kita kenali sejak kecil daripada seseorang yang kita kenali semasa kita dewasa" ..hmmm, tak paham lah aku...
-Bahagia-
Bahagia kah aku? Semua kawan2 dan sedara mara aku kata aku nampak sangat bahagia dan gembira... tambahan pula badanku juga naik... tapi benarkah aku bahagia? atau pun sekadar bersembunyi di sebalik senyuman dan badan yang naik? Takkanlah kita ketawa, tandanya bahagia? hmmm... susah nak explain kan..
-Rumah sewa-
Bulan Ogos dah semakin hampir tapi aku belum mendapat rumah sewa yang baru.. alamak.... !!!! macam malas ja mencari.. kalau bukan tuan rumah nak ambil balik rumah tu, tak susah-susah lah aku ke sana ke mari mencari rumah sewa yang baru.. eeee, geram nya aku.. nak beli rumah sendiri, duit tak cukup lagi... mana nak bayar kredit card lagi.. loan lagi, dan macam2 lagi.. gaji bukannya 2-3 ribu tapi hanya cukup2 makan... waaaa..... susahnya nak hidup...
-Demam-
Perkara paling menakutkan aku sekarang ialah 'sakit/demam/flu'.. tak kuasa aku melayan karenah bab sakit-sakit ni.. bukannya apa, tapi aku paling tak suka nampak dan makan ubat. Baru nampak bayang ubat, perut aku dah naik mual... apatah lagi bila ubat tu berada di atas tapak tanganku.. alamat, muntah lah tu... 2 hari lepas, kerongkong terasa semacam saja, nasib baik tak menjadi... syukur padaNya.. hehehe..
ok daaa... nanti esok2 sambung lagi coleteh..daaaa
Posted at 06:23 pm by dillema
Permalink
Monday, June 16, 2008
Oil subsidy is not what it seems to be...
Got if from forwarded email....Here's it is... get some time to read it....
Today Tenaga stock rose by about MYR1.00. Volume traded in excess of 35 million units.Yesterday Tenaga stock was suspended.
Put these points together.
1. If you know that an announcement would be made on Wednesday that TNB rates will be revised upwards you would surely buy Tenaga shares on Tuesday. 2. If you own an investment bank or have sufficient credit line with an Investment Bank you would have bought as much as you could knowing that the price will surely go up. 3. Since you have to pay within 3 days (T+3 rule), you would have planned to sell on Friday. Â So you could have bought 1Million Tenaga shares on Tuesday and sold it today for a cool MYR1Million profit without paying any money (perhaps some borrowing costs for 2-3 days). 4. Of course none of us are privy to the announcement of the fuel hike, but the family of the PM are privy to it. 5. Of course none of us have a large credit line with an Investment Bank but the family of the PM owns an investment bank. 6. Why the surprise announcement on 05 June when the PM has said that it would be in August ? Well you can only make a big and quick profit if you control the timings and surprise others. 7. For those in the know (the powers that be and their cronies) this has been one hugely profitable week buying and shorting the related shares. The poor rakyat had to queue just to fill up their tanks and perhaps save between MYR20-MYR100.
Now read below..... Need those in know of the basic economics of crude, fuel etc to comment.
WHAT IS NEVER MENTIONED IN Mainstream Media like NST/TheStar/ Utusan/BH are these facts....
Malaysian PerCapita Income USD 5000 VS Singaporean PerCapita Income USD 25000
Further The Star made a comparison of prices in Thailand , Singapore and Indonesia . For Thailand it is quoted at RM3.90/liter, however are they aware that in Thailand new cars are cheaper than Malaysia by RM10,000? They pay only one life time for their driving license? No renewal fee after that? Also that goes for road tax as well? And do TheStar also aware that you can drive all the way from Hadtyai to Bangkok on a six lane highway without paying any Tolls ??!!
Whereas here in Malaysia you have to pay yearly renewal for road tax , driving license and TOLLS, TOLLS, TOLLS!!!
For Singapore how can you quote RM 5.20 ? Please quote in Singapore Dollars because they are earning in Sing Dollars. You might as well say Europeans are paying RM10/liter. RM5.20/liter = Sing $ 2.20/liter, still cheaper than Malaysia in view of fact that Singapore is not a crude oil exporter. Are you saying that you fill up petrol in Singapore by paying Ringgit?
In economy, dollar to dollar must be compared as apple to apple. Not comparing like durian in M'sia is much cheaper than durian in Japan !! Of course-lah, Japan is not durian producer!!! Comparing Malaysian durian with Thailand durian make more sense!!
For Indonesia we might say is cheaper there at RM2.07/liter but compare that to their level of income!
Now, let us compare the price with OIL PRODUCING countries:
UAE RM1.19/litre Eygpt RM1.03/litre Bahrain RM0.87/litre Qatar RM0.68/litre Kuwait RM0.67/litre Saudi Arabia RM0.38/litre IranRM0.35/litre Nigeria RM0.32/litre Turkmenistan RM0.25/litre Venezuela RM0.16/litre MALAYSIA RM2.70/litre
RM 2.70!!! Individual perspective:
As of last month a Toyota Vios would 'cause a damage' of about RM 89,000. In the international market, a Toyota Vios is about USD 19,000 USD 19,000 = RM 62,700 (using the indicative rates of USD 1 = RM 3.30) That makes Malaysian Vios owners pay an extra RM 26,300.
This RM 26,300 should be cost of operations, profit and tax because the transportation costs have been factored in to the USD 19,000.
RM 26,300/ RM625 petrol rebate per year translates to a Vios being used for 42.08 years.
I do understand that the RM 625 is a rebate given by the government, but it also means that one has to use the Vios for 42.08 years just to make back the amount paid in taxes for the usage of a foreign car. Would anyone use any kind of car for that long?
Now with these numbers in front of us, does the subsidy sound like a subsidy or does it sound like a penalty? This just seems to be a heavy increment in our daily cost of living as we are not only charged with high car taxes but also with a drastic increase in fuel price.
With all the numbers listed out, I urge all Malaysians to join me in analyzing the situation further.
Car taxation is government profit, fuel sales is Petronas' (GLC) profit which also translates into government profit. The government may ridicule us Malaysians by saying look at the world market and fuel price world wide. Please, we are Malaysians, we fought of the British, had a international port in the early centuries (Malacca), home to a racially mixed nation and WE ARE NOT STUPID!!!
We know the international rates are above the USD 130/barrel. We understand the fact that the fuel prices are increasing worldwide and we also know that major scientist are still contradicting on why this phenomenon is happening. Some blame Bush and his plunders around the world and some blame climate change and there are others which say petroleum 'wells' are getting scarce.
Again we go back to numbers to be more straight fwd
1 barrel = 159 liters x RM2.70/liter = RM 429 or USD 134
On 1 hand, we are paying the full cost of 1 barrel of crude oil with RM2.70 per liter but on the other hand the crude oil only produces 46% of fuel.
Msia sells crude oil per barrel at USD130 buys back Fuel per barrel at USD134. And not forgetting, every barrel of fuel is produced with 2 barrels of crude oil.
1 barrel crude oil = produce 46% fuel (or half of crude oil), therefore 2 barrel crude oil = approximately 1 barrel fuel In other words, each time we sell 2 barrels of crude oil, equivalently we will buy back 1 barrel of fuel.
Financially, Malaysiasell 2 barrel crude oil @ USD 130/barrel = USD 260 = RM 858 then, Malaysia will buy back fuel @ USD 134/barrel = RM 442/barrel Thus, Malaysia earn net extra USD 126 = RM 416 for each 2 barrel of crude sold/exported vs imported 1 barrel of fuel !!! (USD 260-134 = USD 126 = RM416)
So where this extra USD 126/barrel income is channeled to by Malaysian Govt???????? ?
Another analysis:
1 barrel crude oil = 159 liters. 46-47% of a barrel of crude oil = fuel that we use in our vehicles. 46% of 159 = 73.14 liters. @ RM 2.70/liter x 73.14 liter = RM197.48 of fuel per barrel of crude oil. This is only 46% of the barrel, mind you. Using RM 3.30 = USD 1, we get that a barrel of crude oil produces USD 59.84 worth of petrol fuel (46% of 1barrel). USD 59.84 of USD 130/barrel turns out to be 46% of a barrel as well.
Another 54% = bitumen, kerosene, and natural gases and so many more. And this makes a balance of USD 70.16 that has not been accounted for.
So this is where I got curious. Where is the subsidy if we are paying 46% of the price of a barrel of crude oil when the production of petrol/barrel of crude oil is still only 46%?
In actual fact, we still pay for this as they are charged in the forms of fuel surcharge by airlines and road taxes for the building of road (because they use the tar/bitumen) and many more excuse charging us but let us just leave all that out of our calculations.
As far as I know, only the politicians who live in Putrajaya and come for their Parliament meetings in Kuala Lumpur (approximately 60+ km) are the ones to gain as they claim their fuel and toll charges from the money of the RAKYAT's TAX.
It is so disappointing to see this happen time and time again to the Malaysian public, where they are deceived by the propaganda held by the politicians and the controls they have over the press.
Which stupid idiot economist equates rebates for rich or poor with the cc of the vehicles? An average office clerk may own a second hand 1300cc proton Iswara costing $7,000 (rebate = $625) while the Datuk's children can own a fleet of 10 new cars of BMW, Audi and Volvo all less than 2000cc costing $2 millions and get a total rebate of $625 x 10 = $6,250! Wow what kind of economists we are keeping in Malaysia ...wonder which phD certificate that they bought from...
Misleading concept of Subsidy:
The word "subsidy" has been brandished by the BN government as if it has so generously helped the rakyat and in doing so incurred losses. This simple example will help to explain the fallacy:
Example: Ahmad is a fisherman. He sells a fish to you at $10 which is below the market value of $15. Let's assume that he caught the fish from the abundance of the sea at little or no cost. Ahmad claims that since the market value of the fish is $15 and he sold you the fish for $10, he had subsidised you $5 and therefore made a loss of $5.
Question : Did Ahmad actually make a profit of $10 or loss of $5 which he claimed is the subsidy?
Answer: Ahmad makes a profit of $10 which is the difference of the selling price ($10) minus the cost price ($0 since the fish was caught from the abundance of the sea). There is no subsidy as claimed by Ahmad.
The BN government claims that it is a subsidy because the oil is kept and treated as somebody else's property (you know who). By right, the oil belongs to all citizens of the country and the government is a trustee for the citizens. So as in the above simple example, the BN government cannot claim that it has subsidised the citizen!
Posted at 01:52 pm by dillema
Permalink
|