"Sya terlalu bahagia, akhirnya sya dapat memiliki diri ko balik walaupun pernah satu ketika sya menjadi tawar hati, tambahan pula, terlalu banyak cerita tentang ko...semakin sya cuba melupakan ko, semakin sy rindu...sy harap kali ini, berjanjilah sama sy, takkan ada cerita sumbang lagi... dan please..jangan tinggalkan sy lagi..."
Ahhh.. terlalu indah kata-katanya
Tapi ia seakan sebilah pisau tajam
Menusuk jantungku
Mencelah di antara tulang-tulang rusukku
Janji itu satu pengorbanan
Yang seringkali menjadi bebankan
Pernah sekali sya tanyakan dirinya..."Mengapa aku juga di hatinya..sedangkan aku pernah meninggalkannya, dan aku juga pernah membuatkan dia menjadi tawar hati disebabkab gayaku..?" dan jawabnya ringkas..."Well...sy rasa, you should understand this... love is not an emotion, not a feeling, not happen-stance but love is a decision..." .. wah, bukan main pula dia... macam dalam buku "Before you say I do" pula.... hehehhe.. tapi kalau difikir-fikir, memang benar pun...
Mata...
Biarkan saja berbicara
Sebab mereka lebih faham
Sedalam mana tujahan mata merenung
Pasti akan sentiasa faham
Akan suara sang hati
Dan hati yang faham...
Biar kan saja mereka bersatu...
Selamanya...
Kebahagiaan seseorang itu terletak pada pandangan matanya,
Caranya melirik, caranya melihat...
Kebahagiaan seseorang itu juga terletak pada senyumannya..
Caranya tersenyum... caranya tertawa, caranya tergelak.. takkan sesiapa dapat menipu...
Sebab seri itu terpancar di wajahnya...
P/S Cinta tak payah dicari, ia akan datang dengan sendirinya...
Posted at 09:44 am by
dillema